Minggu, 24 April 2022

Sistem Tata Surya

 

Pengertian dari Sistem Tata Surya dan Sistem Penyusunnya

Pengertian dari Sistem Tata Surya dan Sistem Penyusunnya
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dari sistem tata surya. Foto: Unsplash
Benda-benda langit termasuk planet Bumi berada dalam sistem tata surya yang berpusat pada matahari.
Sistem tata surya sendiri sudah ada sejak 5 miliar tahun lalu. Saat itu, tata surya masih berbentuk seperti piringan yang berisikan awan debu dan juga gas panas.
Menurut Modul Tata Surya karya Mochamad Erewin Maulana, M.Si, pembentukan tata surya sendiri terdiri dari berbagai macam teori. Beberapa teori yang terkenal, yakni teori nebula dan teori pasang surut.
Teori Nebula
Teori nebula merupakan teori yang mengungkapkan bahwa tata surya terbentuk melalui tiga tahap. Mulanya, matahari masih berbentuk kabut, kemudian kabut tersebut berputar dan berpindah dengan kuat, sehingga membentuk lingkaran yang kini disebut matahari.
Teori pasang surut
Teori pasang surut sering juga disebut sebagai Hipotesis Tidal James-Jeffreys. Teori ini muncul pada tahun 1707-an, disebutkan bahwa tata surya berasal dari materi matahari yang kemudian bertabrakan dan terlempar ke sebuah komet.
Hingga saat ini, belum ditemukan pasti mana teori yang menjadi acuan pembentukan tata surya. Sebab masih banyak teori-teori yang menyebutkan bagaimana tata surya itu terbentuk.

Pengertian dari Sistem Tata Surya

Pengertian dari Sistem Tata Surya dan Sistem Penyusunnya (1)
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dari sistem tata surya. Foto: Unsplash
Mengutip Buku Kita dalam Tata Surya yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek yang ada di tata surya, yakni delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/ katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Sebelum terbentuk objek yang lainnya, sistem tata surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Namun, semakin bertambahnya tahun, sistem tata surya sudah memiliki banyak objek di dalamnya.

Sistem Penyusun Tata Surya

Pengertian dari Sistem Tata Surya dan Sistem Penyusunnya (2)
zoom-in-whitePerbesar
Sistem penyusun dari tata surya. Foto: Unsplash
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa tata surya terdiri dari berbagai macam objek di dalamnya. Objek-objek tersebut bisa disebut juga sebagai sistem penyusun tata surya.
Lantas, apa saja sistem penyusun tata surya? Berikut penjelasan singkatnya.
  • Matahari adalah bintang terbesar yang ada di sistem tata surya. Karena massanya yang besar, ia menjadi pusat dari sistem tata surya.
  • Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Beberapa planet yang termasuk ke dalam sistem tata surya, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
  • Komet adalah benda langit yang juga mengorbit matahari seperti planet, tapi bentuknya lebih lonjong dan tidak bulat.
  • Asteroid adalah batuan kecil yang ada pad setiap planet, namun memiliki lintasan di antara planet Mars dan Jupiter.
  • Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet. Satelit biasanya terdiri dari dua macam, yakni satelit alami dan buatan. sumber:https://kumparan.com/kabar-harian/pengertian-dari-sistem-tata-surya-dan-sistem-penyusunnya-1wdSjPD4rCu/full

Minggu, 10 April 2022

Gempa Bumi

 

Macam-Macam Gempa Dilihat dari Intensitas, Episentrum, dan H

iposentrumnya

Macam-Macam Gempa Dilihat dari Intensitas, Episentrum, dan Hiposentrumnya
zoom-in-whitePerbesar
Gempa bumi adalah salah satu fenomena alam yang terjadi akibat aktivitas tektonisme dan vulkanisme. Foto: Pixabay.com
Gempa bumi umumnya dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenisnya. Ada macam-macam gempa dilihat dari intensitasnya.


Selain dilihat dari intensitasnya, gempa bumi juga bisa diklasifikasikan

berdasarkan bentuk episentrum dan kedalaman hiposentrumnya.
Untuk mengetahui penjelasan dari masing-masing pengklasifikasian jenis-jenis gempa, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Gempa

Dikutip dari modul pembelajaran Geografi Kelas XI: Mitigasi Bencana Alam yang ditulis oleh Fitri Sekar Lestari, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Seisme atau gempa juga dapat diartikan sebagai sentakan asli pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme. Adapun beberapa karakteristik atau ciri-ciri dari gempa bumi, yaitu:
  • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
  • Lokasi kejadian tertentu.
  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana.
  • Berpotensi terulang kembali.
  • Belum dapat diprediksi.
  • Tidak dapat dicegah tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi.

    Macam-Macam Gempa

Berikut beberapa jenis gempa bumi yang dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, di antaranya:
1. Berdasarkan Intensitas Gempa
Macam-Macam Gempa Dilihat dari Intensitas, Episentrum, dan Hiposentrumnya (1)
zoom-in-whitePerbesar
Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas besaran gempa adalah seismograf. Foto: Wikipedia.com
Mengutip dari buku Inti Materi IPA SMP/MTs kelas 7, 8, 9 yang disusun oleh Tim Maestro Genta, gempa bumi jika dilihat dari intensitasnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Makroseisme, yaitu jenis gempa yang dapat diketahui atau dirasakan tanpa memerlukan alat pengukur karena intensitasnya yang besar.
  • Mikroseisme adalah jenis gempa yang sulit dirasakan atau diidentifikasi dan memerlukan alat pengukur karena kecilnya intensitas dari aktivitas gempa tersebut.
2. Berdasarkan Bentuk Episentrum
Menurut Drs. Kustopo, M.Pd dalam dari buku Geografi Paket C Tingkatan V Modul Tema 4, terdapat dua jenis gempa yang dibedakan berdasarkan bentuk episentrumnya.

Episentrum sendiri adalah titik di permukaan bumi yang merupakan

refleksi tegak lurus dari hiposenter atau fokus gempa bumi. Berikut

beberapa jenis gempa yang dibedakan berdasarkan garis episentrum:
  • Gempa linear, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Gempa tektonik merupakan gempa linear. Salah satu akibat tektonisme adalah patahan.
  • Gempa sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berupa titik. Gunung api pada erupsi sentral adalah sebuah titik letusan, demikian juga runtuhan retak bumi.
3. Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum
Macam-Macam Gempa Dilihat dari Intensitas, Episentrum, dan Hiposentrumnya (2)
zoom-in-whitePerbesar
Gempa bumi dibedakan menjadi 3 jenis jika dilihat dari hiposentrumnya. Foto: Unsplash.com
Hiposentrum adalah istilah yang merujuk pada sumber gempa di kedalaman bumi tertentu. Jika dilihat dari kedalaman hiposentrum, gempa bumi dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:
  • Gempa dangkal adalah jenis gempa yang kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa menengah ialah jenis gempa memiliki kedalaman hiposentrum di antara 100-300 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa dalam adalah gempa yang kedalaman hiposentrumnya berada di angka 300-700 km di bawah permukaan bumi.
    sumber : https://kumparan.com/kabar-harian/macam-macam-gempa-dilihat-dari-intensitas-episentrum-dan-hiposentrumnya-1x0kULkFTeV/full

Lempeng Tektonik

 

Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya
zoom-in-whitePerbesar
Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya. Foto: Wikipedia
Teori Tektonik Lempeng adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi.
Teori ini menyatakan bahwa lapisan terluar bumi terbuat dari suatu

lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif

terhadap yang lainnya.
Secara sederhana, Teori Tektonik Lempeng melihat bumi terdiri dari lempeng-lempeng batuan yang senantiasa bergerak. Untuk mengetahui lebih jelas terkait teori ini, simak pembahasan berikut.

Mengenal Teori Tektonik Lempeng

Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya  (1)
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Teori Tektonik Lempeng. Foto: Wikipedia
Berdasarkan Teori Tektonik Lempeng yang dikemukakan oleh Tozo Wilson, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujud cairan kental.
Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.
Astenosfer adalah lapisan bumi yang terdapat di bawah litosfer dan diyakini jauh lebih panas dan lebih cair daripada litosfer.
Akibatnya, lempeng seolah-olah mengapung dan bergerak di atas astenosfer. Ketika lempeng bergerak, interaksi antarlempeng bahkan tumbukan antarlempeng akan terjadi.

Jenis-Jenis Teori Tektonik Lempeng

Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya  (2)
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-Jenis Teori Lempeng Tektonik. Foto: Wikipedia
Berdasarkan arahnya, gerakan lempeng-lempeng tektonik dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Dikutip dari Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, berikut jenis-jenis gerakan lempeng-lempeng tektonik.
1. Konvergensi
Konvergensi adalah gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra.

Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dan

benua disebut zona konvergen.
Sebagai contoh, tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia, yaitu Everest.
Contoh lainnya, tumbukan lempeng India dengan Eropa yang menghasilkan terbentuknya jalur Pegunungan Alpen.
Zona berupa jalur tumbukan antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra disebut zona subduksi. Contohnya, tumbukan antara lempeng benua Amerika dan lempeng dasar Samudra Pasifik yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Andes.
2. Divergensi
Divergensi adalah gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik. Contohnya, gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika Selatan. Zona berupa jalur terpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar pisah).


3. Sesar Mendatar
Sesar Mendatar adalah gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik.
Contohnya, gesekan antara lempeng Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 kilometer dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat.
Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar Mendatar.


sumber: https://kumparan.com/kabar-harian/teori-tektonik-lempeng-pengertian-jenis-jenis-dan-contohnya-1x0ila9PF3x/full