Kamis, 07 April 2022

Efek Rumah Kaca

 

Efek Rumah Kaca: Pengertian dan Penyebabnya

Efek Rumah Kaca: Pengertian dan Penyebabnya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Efek Rumah Kaca, sumber: Pixabay
Saat ini, istilah efek rumah kaca, sudah tidak asing lagi atau sering kali kita dengar dan disebut-sebut sebagai salah satu isu penyebab terjadinya global warming, pemanasan suhu bumi yang mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan di bumi, termasuk iklim dan cuaca.
Sebenarnya, apa efek rumah kaca itu? Simak ulasannya berikut ini ya!

Efek Rumah Kaca Sebagai Isu Global Warming

Efek rumah kaca merupakan sebuah istilah yang menggambarkan bumi sebagai rumah kaca, di mana panas matahari terperangkap di atmosfer bumi.
Rumah kaca sendiri merupakan rumah yang terbuat dari kaca seluruhnya, yang biasanya digunakan dalam pertanian dan perkebunan. Dengan menggunakan rumah kaca, maka panas matahari bisa terus tersimpan di dalam bangunan rumah kaca, sehingga memungkinkan petani untuk bisa terus menanam sayuran atau tumbuh-tumbuhan meskipun tidak sedang musim panas.
Ilustrasi inilah yang dijadikan dasar untuk menyebut keadaan bumi yang semakin panas sekarang ini karena banyaknya panas matahari yang terperangkap di atmosfer bumi.
Gas yang berada di atmosfer inilah yang menahan panas matahari
dipantulkan dari permukaan bumi, sehingga terperangkap di dalam
atmosfer yang mengakibatkan suhu permukaan bumi semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Berikut ini adalah gas-gas yang menyebabkan efek rumah kaca:
  • Uap air (H2O0, 36-70%
  • Karbondioksida (CO2), 9-26%
  • Methana (CH4) 4-9%
  • Ozon (O3), 3-7%
  • Nitrous Oxide (N2O)
  • CFC dan HFC
Efek rumah kaca sebenarnya tak selalu berdampak negatif terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi karena pada dasarnya panas matahari dibutuhkan untuk membuat suhu bumi menjadi lebih hangat sehingga lebih memungkinkan untuk ditinggali. Namun, semenjak adanya revolusi industri, keberadaan karbon dioksida, metana, dan gas lain yang berbahaya, menjadi lebih tinggi konsentrasinya di atmosfer, sehingga mengakibatkan semakin panas pula permukaan bumi karenanya.

Sebagian besar penyebab semakin parahnya efek rumah kaca adalah ulah manusia, misalnya:
  1. Penebangan dan pembakaran hutan: hutan merupakan sumber penghasil oksigen yang menggunakan karbon dioksida sebagai bahan untuk fotosintesis. Dengan adanya perusakan hutan, tentu saja penyedia oksigen kita semakin berkurang, dan bertambah pula jumlah karbon dioksida yang dirilis ke atmosfer akibat adanya pembakaran hutan.
  2. Penggunaan bahan bakar fosil: pembakaran bahan bakar fosil juga menjadi penyebab kontribusi terjadinya efek rumah kaca, karena adanya gas hasil bakaran, yakni karbon dioksida yang semakin bertumpuk di atmosfer.
  3. Pencemaran laut: seperti halnya hutan, laut juga merupakan penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida yang dilakukan oleh fitoplankton, namun karena adanya pencemaran laut oleh sampah dan limbah industri lainnya laut menjadi rusak dan tercemar, sehingga banyak ekosistem di dalamnya yang rusak atau bahkan musnah.
  4. Industri pertanian: penggunaan pupuk yang jumlahnya sangat banyak pada industri pertanian berskala besar merupakan salah satu penyumbang memburuknya efek rumah kaca, karena pupuk merilis gas Nitrous Oxide ke udara.
  5. Industri peternakan: tak hanya industri pertanian, industri peternakan juga menyumbang peranan dalam memburuknya efek rumah kaca karena gas metana dan karbondioksida yang dihasilkan dari kentut dan kotoran sapi. sumber:https://kumparan.com/berita-update/efek-rumah-kaca-pengertian-dan-penyebabnya-1v0anbjzLGG/full 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar