Hari ini, kami kelas 7G sedang mengakses website " http://belajar.kemdikbud.go.id " disana kami belajar banyak, dari melihat sistem tata surya dan lain lain.
didalam website itu terdapat banyak fasillitas yaitu: sumber belajar, kelas maya, bank soal, dan laboratorium maya. serta terdapat fitur pendukung yaitu: peta busaya, buku sekolah elektronik, wahana jelajah angkasa, karya bahasa dan sastra, pengembangan keprofesian berkelanjutan, blog pena, edugame, dan augmented reality.
saat mengakses website " http://belajar.kemdikbud.go.id" saya mengeclick "wahana jelajah luar angkasa" disitu saya bisa melihat sistem tata surya, rasi bintang, planet, pulau pulau di bumi, denah rumah, dan masih banyak lagi.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut penjelasan lengkap mengenai kondisi bumi, bentuk, rotasi, dan revolusi bumi.
Dahulu orang beranggapan bumi adalah pusat alam semesta.
Selain itu, mereka juga meyakini matahari bergerak mengelilingi bumi.
Namun, keyakinan itu tumbang ketika tahun 1543, Nicholas Copernicus mempublikasikan bulan bergerak mengelilingi bumi, sedangkan bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengelilingi matahari.
Selama bertahun-tahun, para pelaut mengamati hal yang pertama kali
mereka lihat di laut adalah puncak kapal.
Hal ini menunjukkan bumi berbentuk bulat.
Begitu pula pada 1522, Magelhaen telah membuktikan bumi berbentuk bulat.
Saat itu, ia mengadakan pelayaran dengan arah lurus, kemudian ia berhasil kembali ke tempat awal dirinya berlayar.
Di sisi lain, astronot telah melihat secara jelas bentuk bumi.
Astronot dari atas melihat bahwa terdapat sedikit tonjolan di khatulistiwa dan terdapat bagian bumi yang rata di bagian kutubnya.
Hal ini menunjukkan bentuk bumi tidak benar-benar bulat, tetapi sedikit lonjong.
Bumi berdiameter sekitar 12.742 km.
Bentuk Bumi (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
2. Rotasi bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya.
Sedangkan, kala rotasi bumi adalah waktu yang diperlukan bumi untuk sekali berputar pada porosnya, yaitu 23 jam 56 menit.
Bumi berotasi dari barat ke timur.
Aktivitas yang telah dilakukan oleh manusia adalah salah satu akibat dari rotasi bumi, yaitu terjadinya siang dan malam.
Adapun akibat lain dari rotasi bumi adalah sebagai berikut:
a. Gerak semu harian matahari.
b. Perbedaan waktu.
c. Pembelokan arah angin.
d. Pembelokan arah arus laut.
Ilustrasi Rotasi Bumi (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
3. Revolusi bumi
Revolusi bumi adalah perputaran (peredaran) bumi mengelilingi matahari.
Kala revolusi bumi adalah waktu yang diperlukan oleh bumi untuk sekali berputar mengelilingi matahari, yaitu 365,25 hari atau 1 tahun.
Bumi berevolusi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.
Galaksi Bimasakti adalah salah satu galaksi yang berada di alam semesta. Foto: Unsplash.com
Galaksi Bimasakti atau galaksi Milky Way adalah salah satu galaksi yang berada di alam semesta. Galaksi ini merupakan tempat tata surya berada.
Seperti dengan galaksi lainnya, di dalam galaksi Bimasakti terdapat benda-benda langit, seperti planet, komet, bintang, dan sebagainya.
Untuk mengetahui lebih banyak mengenai galaksi ini, simak pembahasan mengenai galaksi Bima Sakti berikut ini.
Pengertian Galaksi
Menurut Kamarul Azmi Jasmi dalam bukunya yang berjudul Alquran dan Geografi, pengertian dari galaksi adalah kumpulan bintang yang terdapat dalam alam semesta. Galaksi dikekalkan bersama oleh satu tarikan gravitasi dan komponen galaksi mengorbit satu pusat.
Bumi, yakni tempat tinggal manusia hanyalah sebuah benda kecil di alam semesta yang disebut planet bergerak mengelilingi matahari. Sementara itu, matahari adalah hanya sebuah bintang dalam gugusan jutaan bintang yang disebut galaksi.
Matahari dan bumi merupakan bagian dari galaksi Bimasakti (Milky Way). Sementara itu, galaksi Bimasakti pun ternyata hanya sebuah galaksi dari jutaan galaksi yang ada di alam semesta ini.
Pengertian Galaksi Bimasakti
Galaksi Bimasakti disebut sebagai galaksi Milky Way karena menyerupai susu. Foto: Wikipedia Commons
Dikutip dari buku Fakta Paling Top: Alam Semesta yang ditulis oleh Brian William, galaksi Bimasakti adalah galaksi spiral dan matahari adalah salah satu bintang di antara jutaan bintang di salah satu lengannya, yang dikenal sebagai lengan Orion.
Galaksi Bimasakti adalah galaksi berbentuk lensa cembung. Matahari sebagai pusat tata surya memiliki jarak sekitar 30.000 tahun cahaya untuk menuju pusat galaksi Bimasakti.
Galaksi Bimasakti sering juga disebut dengan galaksi Milky Way. Kata milky way sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni via lactea dengan kata dasar lactea yang berarti susu.
Bimasakti disebut sebagai galaksi Milky Way karena visual dari galaksi ini terlihat seperti susu yang berbentuk cakram lonjong. Dalam bahasa Indonesia, galaksi ini disebut sebagai galaksi Bimasakti.
Menurut sejarah, penamaan galaksi Bimasakti diambil saat presiden Soekarno melihat foto atau citra galaksi ini yang diberikan oleh salah seorang astronom Indonesia.
Saat ini, Soekarno melihat ada suatu bagian gelap di antara galaksi tersebut yang mengingatkannya terhadap tokoh wayang Bima yang sedang bertarung dengan naga.
Ciri-Ciri Galaksi Bimasakti
Salah satu ciri galaksi Bimasakti adalah memiliki satelit bernama Awan Magellan Besar. Foto: Wikipedia Commons.
Galaksi Bimasakti memiliki sejumlah karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan galaksi ini dengan galaksi lainnya. Berikut ciri-ciri galaksi Bimasakti:
Bentuk galaksi Bimasakti seperti dua buah piring cekung dengan bagian tengah tebal dan semakin ke tepi semakin pipih.
Galaksi Bimasakti merupakan jenis galaksi spiral.
Memiliki satelit galaksi, yaitu Awan Magellan Besar yang berjarak 160.000 tahun cahaya.
Galaksi Bimasakti merupakan anggota sebuah gugus galaksi yang disebut Grup Lokal, yang terdiri atas sekitar 54 galaksi lainnya.
Memiliki sistem yang disebut dengan tata surya.
Garis tengah atau diameter galaksi berkisar 100.000 tahun cahaya.
Pusat dari galaksi memiliki diameter 3,26 tahun cahaya.
Pengertian Komet, Ciri-Ciri, Bagian, dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui
Ilustrasi komet. | KID CANDY dari Pexels
Komet adalah satu di antara benda langit yang ditutupi kabut tipis panjang dan sering disebut bintang berekor. Kendati demikian, komet bukan bintang.
Komet terdiri dari kumpulan debu dan yang membeku saat berada jauh dari matahari. Bila komet mulai mendekati matahari, partikel-partikel ini akan menguap sehingga membentuk kepala dan ekor komet.
Garis edar komet tidak seperti orbit planet atau satelit. Beberapa komet memiliki orbit berbentuk elips, tetapi kebanyakan komet mempunyai orbit berbentuk parabola.
Komet tersebut dapat dilihat saat keberadaannya masih jauh dari matahari. Jadi, sesekali komet juga melintas di sekitar Bumi sehingga keberadaannya bisa dilihat manusia dalam kurun waktu tertentu.
Nah, untuk memahami lebih dalam tentang komet kamu bica membaca ciri-ciri, bagian hingga jenis-jenisnya.
Ilustrasi komet
Ilustrasi komet. | Frank Cone dari Pexel
- Garis tengah inti komet (nukleus) kira-kira hanya sekitar 8-25 km, sangat kecil dibandingkan dengan koma. Garis tengah koma bisa mencapai dengan 60.000 km dan penjang ekor koet bisa mencapai 80 juta km
- Koma dan ekor komet membalikan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi bila komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Jika makin dekat komet tersebut dengan matahari maka makin panjanglah ekornya, dan ada pula komet yang tidak bereko
- Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lam
- Komet ini dibedakan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek ialah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang, yaitu lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet yaitu elips.a.r..st
Bagian-Bagian Komet
komet Neowise atau C / 2020 F3 terlihat di Turet, Belarus, 110 kilometer (69 mil) barat ibu kota Minsk, Selasa (14/7/2020) pagi. Bulan ini, komet Neowise melintasi tata surya bagian dalam untuk pertama kalinya dalam 6.800 tahun. (AP Photo/Sergei Grits)
Inti
Bagian inti ini merupakan bagian yang paling padat. Diamater dari inti ini mencapai beberapa kilometer, berbeda-beda antara satu komet dengan lainnya. Inti komet ini terbentuk dari penguapan bahan-bahan es yang sangat mudah menguap menjadi gas-gas yang terlihat berpijar.
Koma
Koma merupakan daerah yang penuh kabut atau daerah yang mirip dengan tabir yang menyelimuti inti komet. Daerah ini sebagai daerah yang pekat karena terkena uap dari inti komet yang makin mengepul apabila dekat dengan matahari.
Hidrogen
Terdapat lapisan hidrogen pada bagian komet. Lapisan hidrogen inilah yang mengelilingi koma. Jadi, lapisan ini tak bisa terlihat mata manusia. Awan pada lapisan ini sangat tebal dan diameternya mencapai 20 juta km.
Ekor
Ekor komet memang bentuknya panjang. Ekor komet terbuat dari gas bercahaya yang muncul ketika komet mendekati matahari. Ekor ini terbentuk ketika terbakar matahari. Ukuran ekor komet bisa mencapai sepuluh km.
Jenis-Jenis Komet
Ilustrasi komet. | Neale LaSalle dari Pexels
Komet Berekor Panjang
Jenis komet yang pertama adalah komet berekor panjang. Maksudnya, komet berekor panjang merupakan komet yang memiliki garis lintasan sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di luar angkasa.
Dengan melewati banyak daerah yang dingin, komet ini memiliki banyak kesempatan untuk menyerap gas-gas yang ada di sekitarnya. Ketika mendekati matahari, komet jenis ini akan cenderung melepaskan gas sehingga akan membentuk koma serta ekor komet yang ukurannya sangat panjang.
Komet Berekor Pendek
Jenis komet yang kedua adalah komet berekor pendek. Komet ini memiliki garis lintas yang sangat pendek sehingga kesempatan untuk menyerap gas di sekitar hanya sedikit. Dengan demikian, ekor yang terbentuk pada komet pun tidak terlalu panjang.
Beberapa komet yang pernah terlihat antara lain:
1. Komet Halley, merupakan komet yang paling terkenal. Komet ini melintas dekat Bumi secara periodik, yakni terlihat pada setiap 75-76 tahun sekali. Diantaranya pernah terlihat pada 1986.
2. Komet De Kock- Paraskevopoulos, terlihat tahun 1941.
Apa itu Meteor? Berikut ini Pengertian Meteor, Proses Terjadinya Hujan Meteor, dan Jenis-jenisnya
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tahun terjadi hujan meteor di wilayah-wilayah tertentu di Bumi.
Meteor merupakan benda langit yang bergerak di ruang angkasa.
Beberapa jenis meteor dapat diamati dari Bumi tanpa bantuan alat optik.
Untuk melihat meteor secara langsung, langit harus berada dalam keadaan cerah dan tidak berawan.
Pengertian Meteor
Dikutip dari laman LAPAN, meteor dapat didefinisikan sebagai penampakan jalur jatuhnya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid ke atmosfer bumi, biasanya disebut bintang jatuh.
Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer.
Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai Bolide atau bola api (fireball).
Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi.
Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit.
Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya.
Jika meteoroid tidak dapat habis terbakar dalam perjalananya di atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit atau batu meteor.
Meteor yang menabrak Bumi atau objek lain dapat membentuk kawah meteor atau impact crater.
Sedangkan hujan meteor adalah meteor yang jatuh dan melewati permukaan bumi dalam jumlah yang banyak, sehingga dari permukaan Bumi akan dilihat oleh manusia seolah seperti hujan yang turun.
Hujan meteor secara singkat dapat terjadi karena meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Penyebab Terjadinya Hujan Meteor
1. Bertemunya lintasan atau orbit komet dengan orbit Bumi.
Pertemuan ini dapat terjadi karena orbit keduanya yang berbentuk elips dan memungkinkan adanya pertemuan waktu antara orbit Bumi dan komet pada saat melintas dekat Bumi.
2. Saat komet melewati bagian dalam tata surya, cahaya dan panas dari matahari menyebabkan permukaannya melontarkan gas dan debu.
3. Pada saat komet melintas dekat Bumi, muncul sebuah energi yang dapat menimbulkan tekanan.
Selain itu, ketika komet melintas dapat menyebabkan jumlah meteor yang masuk ke dalam Bumi meningkat drastis.
4. Peningkatan drastis inilah yang mengakibatkan meteor kehilangan daya untuk dapat mempertahankan posisinya agar tetap berada di orbitnya.
Sehingga, menimbulkan hujan meteor di sebagian wilayah Bumi.
Proses Terjadinya Hujan Meteor
1. Hujan Meteor terjadi ketika Bumi melewati puing-puing dari komet.
Bumi mengalami revolusi atau pergerakan mengelilingi Matahari.
Saat Bumi melewati garis puing-puing yang tersisa dari komet yang telah mengalami kehancuran, maka hujan meteor dapat terjadi.
2. Orbit Bumi yang bersinggungan dengan orbit komet.
Orbit komet berbentuk lebih lonjong daripada orbit Bumi.
Beberapa komet mempunyai orbit yang bersinggungan dengan orbit Bumi. Kemudian, kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan meteor.
3. Komet yang terlihat mempunyai ekor karena melewati matahari.
Mengapa komet mempunyai ekor?
Sebenarnya inti dari komet adalah partikel debu padat, sehingga ketika melewati matahari akan menjadi panas dan lambat laun menjadi hancur serta menghasilkan ekor.
Ekor tersebut tampak memanjang dari Bumi.
4. Puing-puing dari inti komet yang hancur ketika melintasi orbit Bumi akan terlihat seperti hujan.
Komet yang melintasi matahari dan bergerak cepat diikuti oleh serpihan berbatu yang didominasi oleh partikel berukuran seperti pasir.
Serpihan inilah yang terbakar ketika sampai di atmosfer Bumi. Ketika terbakar, si sekitar serpihan akan menghasilkan cahaya yang tampak dari Bumi menyerupai hujan.
Jenis-jenis Hujan Meteor
Hujan Meteor Perseid (Ryan Hallock via MGN)
1. Perseid
Titik radian Perseid terletak di konstelasi Perseus, maka dinamakan Perseid.
Meteor yang jatuh diperkirakan memiliki kecepatan sekitar 60 km/jam.
Meteor Perseid memiliki kilatan yang terang dan ekor cahaya yang panjang.
Hujan meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift Tuttle atau 109P/Swfit Tuttle yang mengelilingi matahari setiap 133 taun sekali.
Hujan meteor ini biasanya akan terlihat di wilayah Bumi pada belahan bagian utara di malam musim panas.
2. Lyrid
Titik radian Lyrid terletak di konstelasi Lyra.
Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu ekor komet Comet C/1961 G1 Tharcher yang memiliki kemiringan orbit hampir 80 derajat dengan bidang sistem tata surya.
Hujan meteor ini sudah ada dan teramati sejak 2600 tahun yang lalu sehingga meteor ini merupakan hujan meteor yang paling lama keberadaannya dibandingkan dengan hujan meteor yang lain.
3. Geminid
Hujan meteor Geminid berasal dari asteroid keluarga Palladian yang bernama 3200 Phaeton dan muncul dari titik radian yang terletak di konstelasi Gemini.
Hujan meteor Geminid biasanya akan terjadi antara tanggal 4 hingga 17 Desember setiap tahunnya dengan fase bulan benjol awal berumur sepuluh hari, sehingga akan memengaruhi intensitas hujan meteor maksimum.
Pengertian Asteroid Adalah : Definisi Asteroid, Sejarah Terbentuknya Asteroid, Ciri-Ciri dan Contoh Asteroid
Apa itu asteroid? Darimana asal asteroid? Asteroid adalah benda langit berukuran lebih kecil daripada planet, namun lebih besar dari meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid disebut juga sebagai planet minor atau planetoid.
Berbeda dengan komet asteroid tidak memiliki ekor, dan unsur pembentuknya juga benda pada seperti bebatuan dan logam, sedangkan komet terbentuk dari unsur es dan gas.
Terdapat jutaan asteroid di dalam sistem tata surya dan diperkirakan asteroid adalah sisa-sisa dari planet yang hancur. Sebagian besar asteroid yang telah teridentifikasi mengorbit sabuk asteroid diantara Planet Mars dan Jupiter.
Sejarah dan Teori Terbentuknya Asteroid
Asteroid pertama oleh Giuseppe Piazzi ditahun 1801, dan diberi nama Ceres. Pada mulanya Ceres dianggap sebagai planet, akan tetapi setelah ditemukan banyak objek serupa maka Ceres tidak dikategorikan sebagai planet, melainkan asteroid.
Dari segi etimologi kata, “Asteroid” berasal dari bahasa Yunani, yang artinya “seperti bintang”. Kata tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Sir William Herschel.
Hingga saat ini, para ilmuan setidaknya sudah mengidentifikasi lebih dari 600.000 asteroid. Asteroid juga dianggap memegang peran penting dalam pembentukan bumi sehingga menjadi seperti saat ini. Misalnya teori yang mengatakan musnahnya 2/3 spesies hewan yang hidup pada masa dinosaurus karena bumi ditabrak oleh asteroid.
Asteroid dipercaya sebagai sisa sisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, yaitu dari debu dan es yang membeku menjadi batu karena suhunya yang sangat dingin.
Sabuk Asteroid
Sabuk asteroid adalah bagian tata surya yang terletak diantara orbit planet Mars dan Jupiter. Pada tahun 1800-an, para ilmuwan heran dengan jarak antara Mars dengan Jupiter yang terlalu jauh. Mereka memperkirakan ada planet lain yang belum dikenali pada daerah tersebut.
Seiring dengan kemajuan teknologi, akhirnya dibuktikan jika daerah tersebut dipenuhi dengan objek tak beraturan yang disebut asteroid. 94% asteroid yang telah ditemukan berasal dari daerah tersebut.
Perkiraan jumlah asteroid yang terletak pada daerah tersebut lebih dari 1 juta. Selain asteroid yang berada di sabuk asteroid, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda.
Ciri-Ciri Asteroid
Ada banyak karakteristik atau ciri-ciri dari sebuah asteroid, diantaranya seperti :
ㅤ •Memiliki bentuk yang tidak beraturan,
ㅤ •Memiliki permukaan berbatu dengan struktur seperti kawah,
ㅤ •Berada pada wilayah sabuk asteroid,
ㅤ •Memiliki suhu sekitar -73°C,
ㅤ •Tidak menghasilkan cahaya, dan
ㅤ •Berputar mengelilingi matahari dengan lintasan orbitnya berbentuk elips
Penamaan Asteroid
Pemberian nama pada asteroid yang baru ditemukan cukuplah sederhana, yaitu berdasarkan tahun penemuan, kemudian dilanjutkan dengan alfanumerik sesuai urutan penemuannya, contohnya Asteroid 2021 ND16
Sesudah diteliti lebih lanjut dan telah dikonfirmasikan karakteristiknya, barulah asteroid tersebut baru bisa diberi nama, bisa berupa kata, angka atau kombinasi keduanya
Macam-Macam Asteroid
Jika dibedakan berdasarkan bahan penyusunnya, asteroid dapat dipisahkan menjadi 3 macam, antara lain
1.Asteroid Kelas C (Carbon)
Asteroid kelas C memiliki bahan penyusun utama berupa karbon, yang khas dengan warna gelap keabu-abuan dan merupakan jenis asteroid yang paling sering ditemukan
2. Asteroid Kelas S (Silicaceous)
Asteroid kelas S memiliki bahan penyusun utama berupa silikat, yang khas dengan warna kehijauan. Setidaknya 17% dari total asteroid yang sudah ditemukan temasuk kategori asteroid kelas S
3. Asteroid Kelas M (Metalik)
Asteroid Kelas M adalah jenis asteroid dengan unsur penyusun utama berupa besi dan nikel, dimana asteroid jenis ini biasanya berwarna kemerah-merahan
Contoh Asteroid
Di bawah ini adalah beberapa contoh asteroid ternama yang pernah ditemukan oleh para peneliti, diantaranya
1. Ceres
Ceres adalah asteroid terbesar sekaligus yang pertama kali ditemukan. Giuseppe Piazzi menemukan Ceres pada tanggal 1 januari 1801, bahkan diklasifikasikan sebagai Dwarf Planet atau planet kerdil oleh Persatuan Astronomi Internasional
Ceres memiliki diameter sekitar 950 km dan terbentuk dari es dan mineral yang terhidrasi seperti karbonat. Ceres memiliki inti berbatu yang dilapisi mantel es yang diperkirakan memiliki mencapai 100 km
2. Pallas
Pallas adalah asteroid yang ditemukan setelah asteroid Ceres. Asteroid ini ditemukan oleh Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada 28 Maret 1809. Pallas sendiri memiliki diameter sekitar 530 km, oleh sebab itu Pallas dikategorikan sebagai asteroid besa
3. Vesta
Vesta adalah asteroid terbesar ketiga di sabut asteroid setelah ceres dan pallas. Vesta memiliki diameter sekitar 530 km dan diperkirakan massanya 9% dari massa seluruh sabuk asteroid
Vesta juga ditemukan oleh Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers, yaitu pada tanggal 29 Maret 1807. Penamaan Asteroid “Vesta” ini berasal dari nama dewi perawan dalam mitologi Romawi.